Indonesia dan Prancis Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan serta Energi Terbarukan dalam Kunjungan Presiden
Pertemuan puncak Prabowo-Macron di Istana Elysee menghasilkan kerangka pengadaan alutsista dan proyek infrastruktur energi bersih yang saling menguntungkan.
Jelajahi topik terkait
Dunia berisi kumpulan berita dan analisis serupa yang terus diperbarui.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengakhiri pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee pada hari Selasa, menandai langkah signifikan dalam mempererat hubungan strategis antara Asia Tenggara dan Eropa. Pertemuan puncak tanggal 15 April 2026 tersebut berfokus pada modernisasi kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mempercepat kerja sama pengembangan energi bersih.
Pejabat dari kedua negara mengonfirmasi bahwa pembicaraan bertumpu pada platform pertahanan angkatan laut dan udara mutakhir, beserta komitmen pendanaan fasilitas produksi hidrogen dan tenaga surya skala besar di seluruh kepulauan Indonesia. Perusahaan dirgantara dan energi asal Prancis diproyeksikan memimpin pelaksanaan inisiatif ini selama lima tahun ke depan.
Analis ekonomi mencatat bahwa kesepakatan tersebut sejalan dengan tujuan industrialisasi Indonesia serta strategi Paris untuk memperluas jejak geopolitiknya di kawasan Indo-Pasifik. Delegasi perdagangan dijadwalkan berkumpul bulan depan di Jakarta untuk merampungkan spesifikasi teknis dan skema pembiayaan.
Artikel Terkait
Curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya memicu banjir luas di Jawa Tengah, memaksa ribuan warga mengungsi saat operasi penyelamatan digencarkan pada 4 April 2026.
Delegasi menyepakati kerangka pemantauan dan respons darurat baru untuk jalur perdagangan yang padat.
